Ini Lho Perbedaan Analisa BOW, SNI, dan Kontraktor

  • admin bpbjsetda
  • 31 Januari 2020
  • Dibaca: 438 Pengunjung

Pengelolaan manajemen konstruksi penting sekali untuk dilakukan, khususnya yang berkaitan dengan anggaran biaya. Dalam membuat rencana anggaran biaya (RAB), kontraktor harus dapat memastikan RAB proyek yang dibuat merupakan rencana anggaran yang efisien dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karenanya pada penyusunan anggaran biaya ini terdapat metode perhitungan di antaranya metode BOW, SNI, dan metode perhitungan kontraktor.

Dalam sebuah bisnis termasuk usaha jasa konstruksi, perkiraan biaya dalam mengerjakan sebuah proyek memegang peranan penting. Karena keuntungan finansial yang akan didapatkan oleh kontraktor tergantung pada kecakapannya membuat perkiraan biaya, mulai dari perencanaan sumber daya seperti material, tenaga kerja, maupun waktu. Untuk itu diperlukan suatu sarana dasar perhitungan harga satuan yaitu Analisa Biaya Konstruksi (ABK). Para kontraktor lebih cenderung menghitung harga satuan pekerjaan berdasarkan dengan analisa mereka sendiri yang didasarkan atas pengalaman terdahulu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan konstruksi, walaupun tidak terlepas dari analisa BOW dan SNI.

Elemen Analisa Satuan Pekerjaan


Dalam RAB diperlukan harga satuan pekerjaan yang terdiri dari 3 jenis harga, yaitu harga satuan bahan, harga satuan tenaga dan harga satuan alat. Harga-harga tersebut harus diketahui terlebih dahulu dari hasil survey lapangan di mana proyek tersebut dilaksanakan. Kemudian harga-harga satuan ini dikalikan dengan setiap koefisien yang telah ditentukan. Sehingga menjadi harga bahan, upah atau tenaga dan alat yang akan dijumlahkan menjadi harga satuan pekerjaan. Dengan kata lain, besar atau kecilnya harga satuan pekerjaan tergantung dari jumlah ketiga harga satuan tersebut yang dipengaruhi oleh:

selengkapnya klik link dibawah :

https://www.pengadaanbarang.co.id/2020/01/ini-lho-perbedaan-analisa-bow-sni-dan-kontraktor.html

Share Post :